July27
Usaha galeri jilbab dan aksesoris muslimah online-ku bareng Izza Juni lalu [sok] pede unjuk gigi buat ikutan Festival Wirausaha Bekasi 2010 yang diselenggarakan di Bekasi Square. Walau belum jadi produsen langsung, saya dan Izza ingin galerisaya bisa lebih dikenal sebagai toko online jilbab dan tentunya buat cari ilmu dari para suhu yang banyak kasih input dan sharing di workshop festival wirausaha Bekasi kemarin.

Alhamdulillah dari acara itu kami banyak belajar tentang bagaimana membangun usaha, dapet kenalan teman2 pengusaha muda yang punya success story yang bikin kita nggak gentar untuk terus membangun usaha yang berawal dari rumah ini. Nggak lupa sekalian lirak lirik berbagai macam usaha yang bisa jadi contoh untuk saya yang siapa tau aja tahun-tahun ke depan punya modal buat buka usaha yang lain hehehe…
Jujur… antara minder dan pede awalnya ikutan acara ini. Minder karena belum memproduksi jilbab secara langsung, karena kami anggapannya baru jadi reseller, sedangkan yang ikutan rata2 yang sudah punya usaha sendiri, yang punya franchisenya, yang punya karyawan segambreng.. sednagkan kami hohoho.. kami direkturnya, kami marketingnya, kami drivernya, suami-suami tukang foto dan web programmernya dan si krucil2 penggembiranya hhihihi…
Tapi apapun kekurangan kami saat ini, kami tetep pede dan yakin bahwa usaha kami ini bisa terus berkembang.. bisa jadi usaha yg produktif buat emak-emak yang udah jadi full time mommy ini hehe… yaaa.. siapa tau dari yang awalnya reseller, kami bisa memproduksi jilbab sendiri.. ya kan??!! Amiiinn…. mohon do’anya teman-teman….
April19
Jalan hidup memang tidak bisa ditebak…
Keadaan hari ini belum tentu sama berlakunya untuk hari esok.
Itulah yang terjadi pada keluarga kecil kami. Sesuatu yang pernah menjadi bayangan atau mimpi yang hanya terucap lewat obrolan ringan saya dan suami kini benar-benar terjadi dan tak bisa ditunda untuk mulai kami jalani.
Berawal dari seringnya suami yang memiliki mimpi bahwa suatu hari tidak ingin menjadi karyawan lagi. Dan melihat hobi serta bakat suami yang dari dulu sering menjadi pedagang walaupun dalam skala kecil, saya sangat setuju terhadap keinginanya. Dukungan untuk menjadi wirausaha sering saya lontarkan, walaupun dalam hati kecil saya selalu bilang.. “tapi nanti dulu ya… kita kumpulin modal dulu yang banyak..”
Mengapa begitu? karena saya merasa untuk berwirausaha itu butuh modal yang lumayan, dan kami belum cukup untuk itu. Uang gaji tiap bulannya, walau bersisa rasanya belum menuhin target deh untuk buka usaha. Kekhawatiran pun muncul apabila hasil usaha tidak sama besarnya dengan gaji bulanan saat itu. Intinya saya merasa belum siap jika suami benar-benar hanya menjadi wirausahawan.
Lalu apa yang terjadi bila hal-hal yang saya bicarakan diatas benar-benar terjadi saat ini?
SIAP! HARUS SIAP!
itulah kenyataan yang ada saat ini. Kantor suami mengalami pailit, dan menutup unit yang ada di Indonesia.
Lalu, Cari kerja lagi?
Ah, rasanya bukan itu satu-satunya solusi.
Lalu??
Saatnya bergerak! itulah yang insyaAllah ada di benak kami. Usaha warnet yang alhamdulillah baru dibuka pertengahan januari kemarin bisa membuat kami sedikit tenang. Paling nggak sudah ada income dari usaha kami sendiri walaupun tidak sebesar gaji sebagai karyawan. Walaupun masih ada beberapa yang masih dipersiapkan lagi seperti neon box, exhaust, tapi insyaAllah bisa lebih maksimal bulan depan.
Kaget nggak?
Hmm, jika itu pertanyaannya, jujur jawabannya ya kaget nggak kaget. Tapi alhamdulillah tidak sampai bikin shocked. Mungkin karena pembicaraan mengenai usaha sering hadir di obrolan saya dan suami. Kami juga sering beli dan baca buku-buku mengenai peluang usaha dan tips&triknya. Maksudnya sebenernya untuk tahap pembelajaran dulu sebelum benar-benar terjun jadi wirausahawan. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, rencana itu tidak bisa ditunda nanti-nanti lagi… mungkin menurutNya, sudah saatnya kami bergerak mempraktekkan apa yang sering kami baca dan pelajari lewat buku atau orang lain… nggak hanya mimpiiiii melulu… hehehe…
Ya Alhamdulillah, this is the moment!! kira-kira begitulah kami menanggapi kedaan baru dalam keluarga kecil kami ini. Sambil tidak lupa mengintrospeksi diri akan khilaf dan salah yang mungkin telah kami perbuat…
Semoga memang ini saatnya mencari rezeki dari Allah lewat pintu yang lain. Dan insyaAllah, semoga lewat jalan ini keluarga kami bisa lebih diridhoi, lebih berenergi dan juga lebih bermanfaat untuk orang lain… Amiinn
Bergerak dan Terus Semangaaattt…!!!! ^^