U.S.G
Kali ini rasanya saya pengen banget nulis tentang USG yang biasa dilakukan ibu-ibu hamil saat kontrol kehamilan atau Ante Anal Care (ANC). Ini sih buat share aja, coz saya ngedapetinnya pun dari apa yang saya baca dari milis, bahan dari seminar ataupun dari DSOG saya. Yah, biar sama-sama jadi Smart Parents juga, soalnya banyak nih bloggers yang skrg lg jadi bumil hihihi…
Sebelum hamil, saya taunya setiap periksa ke DSOG pasti kita bakal di USG, yah walopun itu jaman sekarang aja coz jaman dulu kan blom ada USG-USGan keq gitu. Dokter atau bidan cuma periksa biasa aja atau pake keq teropong buat dengerin detak jantung bayi. Dan ketika hamil dan akhirnya baca sana sini, saya jadi tau kalo’ USG tidak perlu dilakukan setiap kali kita periksa ke DSOG. Itu teorinya, coz pada prakteknya dari banyak cerita temen2 ada yang tiap ke DSOG, tiap itu pula dia harus menjalani USG yang biasanya kita bakal kena charge lagi. Tapi, Alhamdulillah DSOG saya sepertinya selalu melakukan sesuai guidelines-nya. Karena sebenarnya USG itu bukanlah pemerikasaan wajib, karena yang benar USG dilakukan untuk melihat indikasi tertentu, yang terpenting untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin adalah lewat konsultasi dengan wawancara dan pemerikasaan fisik.
Informasi dari milis, hal-hal yang dapat diperiksa dengan USG adalah…
. *Konfirmasi kehamilan.* Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada
awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin biasanya terobsevasi
jelas dalam usia 7 minggu.
• *Mengetahui usia kehamilan.* Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan
mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal
persalinan
• *Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.*
• *Ancaman keguguran.* Jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat
menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin jelas maka prospek
yang baik untuk melanjutkan kehamilan.
• *Masalah dengan plasenta.* USG dapat menilai kondisi plasenta dan menilai
adanya masalah2 seperti plasenta previa dsb.
• *Kehamilan ganda/ kembar.* USG dapat memastikan apakah ada 1 / lebih fetus
di rahim.
• *Mengukur cairan ketuban.* Masalah terjadi ketika kandungan berlebihan caira ketuban atau terlalu sedikit. Volume ( jumlah cairan) dapat
dinilai/cek dengan USG.
• *Kelainan letak janin.* Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim tapi
juga banyak kelainan janin yang dapat di ketahui dengan USG, seperti:
hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromoson
(syndrome down), dll.
• Dapat juga untuk menilai *jenis kelamin bayi* jika anda ingin
mengetahuinya.
Lalu, kapankah USG mulai dilakukan?
Umumnya *USG pertama *dilakukan pada kehamilan *minggu ke 7* untuk
memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin
untuk menilai usia kehamilan.
*USG ke dua *biasanya dilakukan pada *kehamilan 18-22 minggu* untuk menilai
kelainan congenital, kelainan bentuk, posisi plasenta, detak jantung janin,
juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini anda
mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.
*USG yang ketiga *biasanya dilakukan pada kehamilan *minggu ke 34* unutk
mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan
pernafasaan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi
serta posisi bayi dan plasenta..
Memang sih, terkadang ada rasa kepuasan tersendiri setiap kali periksa ke DSOG kita juga bisa USG, karena seperti yang saya rasakan rasanya rinduuuuu sekali ingin liat perkembangan calon bayi kita. Tapi, rasanya nggak ada salahnya juga untuk berpikir rasional. Memang sejauh ini tim dokter belum menemukan adanya pengaruh negatif dari USG, tapi kan belum tentu tidak ada bahaya sama sekali. Paling tidak kita bisa lebih efisien saat melakukan ANC, karena biasanya USG jadi bisa lebih sering dilakukan, atau bahkan diperlukan USG 4D apabila DSOG melihat ada indikasi cacat atau kelainan pada calon bayi. Namun, apabila tidak ada indikasi tersebut, USG 4D hanya sekedar untuk kesenangan semata. Sejauh ini sih saya baru 2 kali USG, dan belum pernah berniat melukukan USG 4D, ya… Semoga saya dan calon bayi saya sehat smua, Ya Rabb…
Segitu aja sih share dari saya, kalo ada info lain boleh aja koq buat nambah ilmu… oya, sorry nih postingannya jadi tentang bumil mlulu… lagi belajar jadi smart parents soalnya





